Sunday, May 23, 2010

Management Financial Audit Assurance

23 May 2010

I'm expecting the final exams on Tuesday and Thursday. I feel like dropping all of them and retake Banking and Finance degree. I can't stand the pressure anymore.
It's 3 p.m. and I still dunno what to do. I have lots of materials to be studied but seems like my brain does not want to cooperate with me. I know I don't have big passion like last year to go through these finals. Just want to blame my father who forced me taking Accounting and James Kwan who developed such negative thought about finals and work life.

enough desperation. I need gastronomia cupcake!

Wednesday, March 3, 2010

Past Holiday




January 2010. Cilla and her boyfriend Aek were visiting me. On the other hand, Ai was visiting her french man. They had their semester break. We went to Singapore Zoo and Hooters. At least I remember that I had so much fun that time.

February 2010. It's chinese new year holiday. Well Valentine's day on the same date with CNY. God blessed me so because I had angpao and watched Valentine's day movie in the same day with new bf (yeaa this girl is officially not single anymore)



But just before all of that, I met my best girl Chikita and we went to aTavola, french restaurant in kemang. Very nice and homey indeed. Not so crowded, yet the best place to escape from busy world. The food was also nice and very cheap (I really mean it, cheap for italian food in Jakarta). Thanks to dear Chiki who was bringing me to such a really nice place :)

Just got back from Singapore, I dragged bf, Cilla+Aek to sambarra. Best Sundanese food so far. I was being greedy that day, I had tahu, tempe, perkedel, iga bakar, ayam, dendeng, and red rice, I didn't finish them all because I CAN'T.

And last but not least, I spent last day meeting my besties from high school, glad that Dyah joined us that day, she was also picking me up at home. Thanks dear!
We had padang for lunch and ended up in karaoke to burn fat! Sadly, I couldn't meet Inda due to her busy schedule.

Today's Life

My last year in the university will be ended
But I still have doubt about my major
my time: 2 months before the final
I just keep thinking what should I do
keep in the same track or move my ass to the new obsession
some friends said just stay it's 3 more months and you free to go
but my man said que sera sera, what will be, will be

DOUBT

Long Time No Post

Hello there dear folks

kinda miss blogging


Tuesday, August 4, 2009

STOP

New addiction:

shopping


ice cream


pain killer

Thursday, June 4, 2009

Lunch at Tiffany's


Tribute to Chikita Rosemarie
quick snap - 5th Av

Tuesday, June 2, 2009

I saw YellowTaxi

On The Street - New York Times Square

Friday, May 29, 2009

Short Break 2009





Immigrant-Plaza Indonesia
Sumpit-Grand Indonesia

Friday, May 22, 2009

Unexpected Email

Just know my dad sent me this email..

‘Fenomena Facebook’ dan

Isu Pengembangan Diri

"Waspadailah perilaku Facebook Anda! Teknologi untuk manusia bukan manusia untuk teknologi."

Facebook memang fenomenal. Facebook awalnya hanya sebuah situs jejaring sosial terbatas yang diluncurkan untuk siswa dari Harvard College saja. Dimulai pada tanggal 4 Februari 2004 oleh seorang bernama Mark Zuckerberg, mantas lulusan Harvard dan Ardsley High School. Namun, hanya dalam kurun waktu 3 tahun saja, facebook berkembang menjadi situs yang amat populer. Berita di New York Times bahkan mengatakan ada sekitar 175 juta pengguna aktif di situs popler ini, saat ini. Wow! Begitu populernya facebook, bahkan ia dikaitkan dengan kesuksesan personal branding beberapa orang terkemuka, melonjaknya sales beberapa program supermarket seperti Wal-Mart, hingga kesuksesan President Barrack Obama menggalang suara maupun dana, banyak dikaitkan dengan facebook ini.

Di Indonesia, facebook inipun belakangan menjadi amat populer. Mulai dari para pebisnis, ibu rumah tangga, hingga kalangan remaja, facebook seperti sebuah gaya hidup. Bahkan, beberapa rekan saya membeli Blackberry dan IPhone-nya hanya dengan alasan sederhana, bisa mengupdate facebook mereka terus-menerus.

Bahkan, terkait dengan fenomena facebook inipun, saya pun terkadang bingung dengan beberapa teman saya, yang dalam keseharian tergolong orang yang agak anti sosial serta sulit berinteraksi dengan orang lain. Banyak diantaranya, dianggap introvert dan dingin, kalau ketemu orang. Tapi, jangan heran. Bagaimana account facebooknya? Saya pun dibuat kaget olehnya. Di dalam facebooknya, mereka yang tergolong cuek bahkan kurang ekspresif ini dengan begitu mudahnya mengekspresikan diri mereka dalam “wall” maupun “wall-to-wall” dalam facebooknya (ini istilah soal ‘dinding’ dalam facebook dimana kita bisa mengungkapkan apapun yang kita pikirkan). Malahan, jumlah ‘teman’ maya mereka pun tergolong sangat banyak.

Tulisan ini, mencoba mengungkap sisi lain di balik perkembangan facebook dan perkembangan jejaring sosial lainnya, dikaitkan dengan berbagai isu yang perlu dicermati dalam kaitannya dengan pengembangan diri (personal development) . Dari fenomena ini, ada beberapa hal yang menjadi catatan saya.

3 Isu Penting

Pertama, risiko mengekspresikan diri. Dalam training Kecerdasan Emosional baru-baru ini, saya berkisah soal rekan saya dahulu di perusahaan pertama saya yang menggunakan nama samaran, Mr.Nice Guy, dalam setiap kali chatting. Di internet, dia bisa tampak sangat fleksibel, sangat komunikatif dan memberi banyak nasihat. Teman virtual-nya banyak. Tapi, dalam kondisi kerja, orangnya pendiam, tertutup bahkan cenderung sulit berkomunikasi. Akhirnya, si Mr.Nice Guy ini sendiri sempat pernah berkisah bahwa, dirinya lebih suka berhubungan via internet karena risiko interaksinya lebih sedikit. Kalau tidak suka, bisa diblokir kapan saja dan distop interaksinya, dan persoalanpun selesai. Sementara, kalau berhubungan langsung, orang bisa langsung tersinggung bahkan cenderung lebih sulit diprediksi reaksinya, menurutnya. Baginya, kontak interpersonal langsung harus banyak mempertimbangkan persepsi orang. Intinya, interaksi interpersonal secara langsung, mempunyai risiko lebih sulit. Orang lebih sulit diprediksi, lebih sulit diantisipasi rekasinya dan tidak dalam kontrolnya. Itulah komentarnya soal beda interaksi virtual dengan interaksi langsung.

Akhirnya, dalam konseling saya dengannya, tetap saya tekankan bahwa chatting maupun facebook, tetap saja tidak menggantikan interaksi manusia yang sesungguhnya. Walaupun, facebook serta berbagai aplikasi jejaring sosial lainnya memang sangat membantu suatu proses interaksi dan memperluas networking sosial. Namun, latihan dan pendewasaan yang sesungguhnya tidak dapat tergantikan melalui interaksi virtual. Dalam interaksi langsunglah, kadang kita harus belajar bersabar, belajar membaca keadaan orang, menyesuaikan dengan kondisi orang, bahkan kadang harus mengalami ‘pergesekan’ dengan orang. Namun, semuanya amat mendewasakan kita dalam melatih interpersonal maupun kemampuan komunikasi kita.

Kedua, facebook atau berbagai situs jejaring sosial harus dipergunakan secara cerdas untuk membangun self image kita maupun interaksi yang sehat. Celakanya, tatkala content-nya tidak terkendali, justru bisa menyebabkan orang kehilangan muka, kehilangan respek, jadi mengumbar segala sisi gelap bahkan kehilangan ruang privasinya. Di satu sisi, facebook memang menjadi ajang untuk belajar mengekspresikan diri, namun di sisi lain, ekspresi ini bisa menjadi bumerang karena siapapun bisa menuliskan pesan, termasuk orang-orang yang pernah dikenal secara pribadi namun pernah bermasalah. Sebagai contoh, seorang rekan saya yang menjelang kehancuran pernikahannya, justru saling membalas kalimat-kalimat tidak sopan, melalui facebook mereka yang akhirnya terbaca oleh begitu banyak rekan-rekan mereka. Akibatnya, berbagai persepsi yang negatif-pun bermunculan terhadap keduanya.

Mengomentari situasi semacam ini, saya tetap mengingatkan beberapa rekan saya agar mempunyai tujuan yang jelas dengan facebook maupun jejaring sosial yang mereka lakukan. Waktu menulis, harusnya juga dipertimbangkan secara matang, apa yang hendak dikomunikasikan. Sebab sekali sudah ditulis dan terkirim, apapun yang kita pikirkan akan terbaca oleh jutaan orang yang bisa akses ke halaman web kita. Kita pun, harus mewaspadai pula apa yang kita posting-kan serta mengantisipasi risiko dari orang-orang, baik dari yang niatnya paling tulus hingga ke yang ‘iseng’ untuk menanggapinya. Jangan sampai teknologi ini justru menjadi alat yang merusak citra diri. Kitalah yang harus menggunakannya dengan bijak.

Ketiga, dari sisi manajemen energi dan waktu, facebook maupun jejaring sosial semacam ini bisa menjadi pencuri yang perlu diwaspadai. Di satu sisi, produktivitas kerja bisa terganggu akibat banyaknya yang addicted untuk melihat ataupun penasaran soal komentar orang terhadap apa yang dipostingkan di situs pribadinya. Kitapun menjadi penasaran, terus-menerus membaca informasi dari orang lain yang terus menerus di-update. Selain energi pikiran jadi lebih terkonsentrasi ke facebook, banyak waktu dan energi yang produktif pun jadi tersita. Makanya, kewaspadaan tetap perlu menjadi senjata bagi kita. Saya mengenal beberapa klien saya yang ketagihan dengan mengisi dan update facebook. Nyaris setiap jam, mereka harus mengecek facebooknya. Dan bisa diperkirakan, karir mereka pun bukanlah yang tergolong luar biasa.

Tak Perlu Antipati

Tulisan ini tidak mengajak kita untuk antipati dengan facebook atau jejaring sosial lainnya. Justru, yang penting adalah bagaimana kita ‘outsmart’ (lebih cerdas) dari teknologi dan memanfaatkan sebesar-besarnya bagi keuntungan kita. Berbagai perusahaan, dapat mendayagunakan facebook untuk memperluas jaringan salesnya. Cukup banyak artis dan penulis yang mempertahankan fans-nya dengan facebooknya. Mereka yang cerdas, dapat menggunakan teknologi sosial seperti facebook demi kepentingan yang berharga bagi sukses mereka, khususnya dalam hal networking. Nah, bagaimana dengan Anda?

Anthony Dio Martin


What do you think?

Friday, May 15, 2009

Corporate Finance

My auntie said, 'Finance is Important. Better take the subject at your campus.'
seems interesting but fuckin' difficult.
Only left 5 days before the corporate final final exam.
AND I still have zero knowledge!
BOOOOOOOOOOOOOOOO!
mati gue!

GOD PLEASE GIVE ME YOUR HOLY SPIRIT THAT MAKES MY BRAIN COOPERATES WITH ME

still blur with Futures, Options, Miller, or Jensen Meckling!!helppppppp!!

Friday, May 8, 2009

Danke schön , Muchas gracias, Merci beaucoup, 謝謝 ﺷﻜﺮﺍﹰ


I am speechless when they told me via sms that they used my little present for their bday as their primary pict on their fb page :)
THANK YOU MY DEAR CHIKITA & ATA!
you know how much I MISS YOU! ( and also anggita)

Thursday, May 7, 2009

HPPY BDY


Sorry I can't give your bday presents right now
I wish I were in town :(
spending the time together
celebrating your birthday
I miss LALITA AND CHIKITA so much!

Tuesday, April 28, 2009

Rainbow


I just knew, God gave me strength through this sign
The sign of hope
That I have to believe
one day I will be happy
forever...


Photographed and Edited by me

Saturday, April 25, 2009

Keep it Double


Jessica Stroup

London - ANTM cycle 12

Jealousy


Young Man, 18 years old
will stay in Aussie
attending non economic-financial degree
has new macbook
wins a new javelin
free to apply part time job
able to increase his money supply
got a new girlfriend
drives very nice car
non smoker human being
no worries about his high school final exams

Lucky Boy

Sunday, April 12, 2009

Thursday, April 2, 2009

Inside My Heart

W.O.R.R.I.E.D

.finalexam.examresult.summerjob.finalyear.futherunits.
.family.thesocalledbestfriend.people.
.newphone.newbag.newfriends.newhousemate.
.face.stomach.hands.brain.
.relationship.cashflow.futurejob.futurehome.futurelife.


2012.the.end.of.the.world

Sunday, March 29, 2009

Before I Die




SANTORINI, Greece

Tuesday, March 24, 2009

Countdown and Other Scary Things


H-7

to the new month called
APRIL


HELP MY BRAIN

I heart RETRO